Monday, May 13, 2013

1. Pemindahan Ibukota Negara
Pemindahan Ibukota bukan hal yang tabu dan baru dibicarakan, di dunia pemindahan Ibukota negara bahkan sudah dilakukan oleh banyak negara contoh terdekat adalah dinegara tetangga kita jiran Malaysia yang sudah berhasil memindahkan Ibukota Negaranya dari Kuala Lumpur kePutra Jaya yang berjarak kurang lebih 200km dari pusat awal pemerintahan, tujuan dari pemindahan ini tidak lain adalah demi pelayanan yang lebih baik dan penyehatan tata ruang kota yang sudah semakin sesak oleh pembangunan dan mengurangi kualitas sebuah kota sebagai Ibukota Negara, sebab sebagaimana yang kita tahu bahwa Ibukota adalah gerbang masuk suatu negara yang juga merupakan cermin sebuah negara bagi masyarakat dunia yang berkunjung kenegara tersebut, baik tidaknya kualitas sebuah Ibukota akan berpengaruh besar bagi segala aspek kehidupan baik dari segi sosial, ekonomi, politik, budaya dan hankam dan lebih jauh akan berdampak besar bagi arus investasi asing bagi suatu negara atas pertimbangan itulah maka banyak negara tidak hanya Malaysia yang berniat memindahkan ibukotanya demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Tidak lepas dari itu pula segala permasalahan dari segala aspek juga sudah mulai menyeruak kedalam Ibukota Negara Indonesia Jakarta mulai dari ketimpangan sosial dan lingkungan seperti arus urbanisasi yang tak terkendali hingga masalah kemacetan, banjir dan kebakaran yang menjadi masalah pelik di Ibukota yang berpangkal pada kesalahan tata ruang yang terlalu padat dan serampangan, salah satu cara yang terbaik adalah mulai memikirkan solusi untuk memindahkan Ibukota ketempat yang lebih layak, manusiawi, dan bermartabat baik bagi bangsa sendiri maupun dimata Internasional.
Atas pertimbangan itulah dari banyaknya ide pemindahan Ibukota yang paling masuk akal adalah tetap diPulau jawa namun relatif aman dari bencana alam, dan dari semua usulan calon Ibukota hanya Cirebonlah yang dianggap paling bisa untuk dijadikan Ibukota Negara, banyak nilai lebih yang tidak dimiliki daerah lain diantaranya :
1.Masih dipulau jawa & tidak jauh dari Jakarta, lebih murah dan murah dalam proses pemindahannya.
2.Relatif bebas bencana alam karena kontur tanah yang landai dan pantura yang bebas gempa/tsunami.
3.Kontur tanah yang datar sangat cocok dan baik untuk pembangunan/perkembangan kota.
4.Infrastruktur kota yang lengkap dan memadai, mulai dari terminal, pelabuhan, stasiun s/d bandara.
5.Daerah pertemuan budaya menandakan Indonesia yang bersuku-suku namun tetap rukun dan damai.

No comments:

Post a Comment